
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar Baitul Arqam bagi Pengurus IGASI di BPMP DKI Jakarta untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan kompetensi guru. Selama tiga hari, peserta mengikuti materi strategis seperti kepemimpinan transformatif, cakap digital, dan penguatan kompetensi abad 21. Kegiatan ini diharapkan melahirkan guru ‘Aisyiyah yang religius, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan modern.
Foto bersama dengan peserta baitul arqam
Jakarta - Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Guru ‘Aisyiyah Seluruh Indonesia (PP IGASI). Acara berlangsung selama tiga hari, 11–13 November, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DKI Jakarta, Jalan Nangka I No. 60, Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan ideologi, memperdalam pemahaman keislaman, memperkokoh komitmen keorganisasian, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan guru ‘Aisyiyah. Baitul Arqam menjadi agenda strategis dalam membentuk kader pendidik yang berkarakter, profesional, dan berjiwa dakwah.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya, dan Mars ‘Aisyiyah. Sambutan disampaikan oleh Ketua Majelis PAUD Dasmen, Dra. Fitniwilis, M.Pd., dan secara resmi dibuka oleh Dr. Rohimi Zam Zam, M.Pd. Dalam sambutannya, Fitniwilis menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi berakhlak dan berkemajuan.
Selama tiga hari, peserta mengikuti materi strategis seperti Cakap Digital bagi Pendidik, Kepemimpinan Transformatif, Penguatan Kompetensi Guru Abad 21, Public Speaking, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, kegiatan dilengkapi dengan kajian ayat, outbond, dinamika kelompok, dan refleksi.
Peserta Baitul Arqam merupakan anggota PP IGASI periode 2023–2028, termasuk perwakilan dari berbagai provinsi. Salah satunya Ajuslan Kerubun, Kepala SD ‘Aisyiyah Cahaya Insan Kota Tegal, yang mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. “Materi Baitul Arqam dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sangat mengena bagi seorang kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan post test, evaluasi, dan penyerahan hasil pelatihan. Diharapkan para guru ‘Aisyiyah mampu menjadi pemimpin pendidikan yang transformatif, religius, dan inovatif, siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dengan semangat Islam berkemajuan.